TERRAVERA

TERRAVERA

KKM Unggulan Fakultatif 2026

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Kembali ke Blog
Hilirisasi Limbah Hortikultura dan Inovasi PHT: Nafas Baru Ekonomi Sirkular Desa Sukodadi Melalui Inovasi Kelompok 250 KKM UIN Malang

Hilirisasi Limbah Hortikultura dan Inovasi PHT: Nafas Baru Ekonomi Sirkular Desa Sukodadi Melalui Inovasi Kelompok 250 KKM UIN Malang

3 Februari 2026
Izzar Suly Nashrudin

WAGIR – Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, kini tengah bertransformasi menjadi episentrum pengembangan teknologi tepat guna berbasis potensi lokal. Dengan dominasi sektor pertanian yang menyumbang hampir 45 persen terhadap Produk Domestik Desa Bruto (PDDB), desa di lereng Gunung Kawi ini menghadapi tantangan serius berupa serangan hama lalat buah dan akumulasi limbah biomassa jeruk yang mencapai titik kritis.

Menanggapi kondisi tersebut, Kelompok 250 KKM Unggulan Fakultatif 2026 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menginisiasi tiga pilar inovasi strategis—Yellow Battle Trap, Ecoprint, dan Sabun Cuci Jeruk (Sajuci)—sebagai solusi integratif untuk memulihkan ekosistem pertanian sekaligus mendongkrak ekonomi kreatif desa pada periode 2024-2026.

Krisis hama lalat buah (Bactrocera spp.) di wilayah Wagir selama ini telah memicu penurunan kualitas panen jeruk hingga 70 persen, yang berdampak langsung pada kesejahteraan 30 persen keluarga pra-sejahtera di Sukodadi. Menghadapi masalah ini, Kelompok 250 memperkenalkan Yellow Battle Trap sebagai instrumen Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mandiri dan ekonomis. Inovasi ini memanfaatkan botol plastik bekas yang dicat kuning secara merata untuk merangsang ketertarikan fototaksis positif serangga pada spektrum warna dengan panjang gelombang $$500-600\ nm$$.

Secara teknis, botol yang telah dicat kuning tersebut dilapisi dengan plastik bening dan diolesi "lem gajah" (perekat tikus) berkekuatan tinggi. Penggunaan lapisan plastik ini memungkinkan petani melakukan pemeliharaan tanpa harus mencuci botol atau mengecat ulang; cukup dengan mengganti plastik pembungkus saat populasi hama yang terperangkap sudah padat. Data penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkap kuning berperekat ini mampu menangkap rata-rata 22,25 individu lalat buah per unit, sebuah efektivitas yang jauh melampaui penggunaan atraktan metil eugenol konvensional pada variasi model tertentu. Implementasi alat ini pada ketinggian 1-1,5 meter terbukti efektif memutus siklus hidup hama tanpa meninggalkan residu kimia pada buah.

Selain penanganan hama di hulu, Kelompok 250 KKM Unggulan Fakultatif 2026 juga menyasar hilirisasi limbah kulit jeruk menjadi produk higiene bernilai ekonomi melalui merek "Sajuci". Kulit jeruk yang melimpah di Sukodadi mengandung minyak atsiri dengan komponen utama D-Limonene yang mencapai 27,5 persen hingga 36,4 persen. Senyawa ini tidak hanya memberikan aroma segar, tetapi juga berperan sebagai agen pembersih alami dan antibakteri terhadap patogen seperti Staphylococcus aureus.

Formulasi sabun Sajuci dirancang sederhana agar dapat diproduksi secara massal oleh ibu-ibu PKK. Komposisi standarnya meliputi 50 gram kulit jeruk kering, 25 gram texapon sebagai surfaktan pengangkat lemak, dan 25 gram garam dapur (NaCl) untuk mengatur viskositas atau kekentalan. Secara matematis, kadar asam sitrat dalam jeruk membantu menjaga tingkat keasaman produk pada kisaran: $$pH \approx 2,5 - 3,0$$ sebelum pengenceran, yang terbukti ampuh mengangkat noda berminyak pada peralatan dapur. Analisis ekonomi menunjukkan kelayakan usaha yang sangat tinggi dengan Harga Pokok Produksi (HPP) hanya Rp 1.700 per botol, namun memiliki harga jual pasar mencapai Rp 10.000, sehingga memberikan margin laba sekitar Rp 8.300 per unit.

Pilar inovasi ketiga adalah pengembangan sustainable fashion melalui teknik ecoprint pounding. Mengingat mayoritas penduduk Sukodadi memiliki keterbatasan akses pendidikan formal, keterampilan praktis ini menjadi alternatif mata pencaharian yang krusial. Teknik ini menggunakan pigmen warna alami dari daun jati muda, kenikir, dan bunga sepatu yang ditransfer langsung ke media kain katun atau blacu melalui proses penumbukan. Tahapan produksi diawali dengan mordanting menggunakan larutan tawas 2 gram dan soda ash 1 gram per 2 liter air untuk membuka pori serat kain agar pigmen tumbuhan terikat permanen. Hasilnya, produk seperti tote bag dan syal eksklusif tercipta tanpa mencemari air tanah dengan limbah pewarna sintetis yang berbahaya.

Keberhasilan program yang dijalankan oleh Kelompok 250 KKM Unggulan Fakultatif 2026 ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan Desa Sukodadi tahun 2024-2025 yang menitikberatkan pada peningkatan potensi desa melalui teknologi ramah lingkungan. Dengan mengintegrasikan sains dan ekonomi sirkular, Desa Sukodadi kini memiliki model kemandirian baru yang tidak hanya melindungi lahan pertanian dari degradasi hama, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru berbasis pengolahan limbah organik yang sebelumnya tidak bernilai.

Referensi:

  • Pemerintah Desa Sukodadi. (2024). Profil Desa Sukodadi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.
  • Isyarah, C. D., dkk. (2025). Efektivitas Penggunaan Yellow Trap Sebagai Strategi Pengendalian Hama Terpadu. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 12178–12184.
  • Anjellina, C., & Novianawati, N. (2025). Inovasi Limbah Jeruk: Sabun Alami sebagai Upaya Pemberdayaan UMKM. Suluh Abdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 190–198.
  • Sakir, I. M., dkk. (2023). Penggunaan Limbah Air Perasan Jeruk Menjadi Sabun Cuci Piring. Jurnal Abditani, 6(2), 215–220.
  • Pambayun, L. P. S., & Lestari, R. W. S. (2025). Integrasi Kegiatan Ecoprint dalam Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pelestarian Alam. Jurnal Atma Inovasia (JAI), 4(2), 360–365.
  • Qodariyah, L., dkk. (2025). Ecoprint sebagai Inovasi Produk Kreatif Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 10(C/C3), 4397–4405.
  • Syafi'i, M., dkk. (2023). Pemanfaatan Limbah Jeruk Limau dalam Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Sukapura. Jurnal Pengabdian Agri Hatantiring, 4(1), 33–40.
  • Furqan, M. (2025). Formulasi sediaan sabun mandi cair ekstrak flavonoid total kulit jeruk bali sebagai antioksidan. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 14(1), 89–97.
  • Radar Malang. (2024). Panen Terancam, Para Petani Jeruk Resah Hama Lalat Buah. Diakses dari radarmalang.jawapos.com.
Bagikan: